Musim Baratan di Karimunjawa



Pada Bulan Desember posisi matahari kita berada pada paling jauh dari Katulistiwa tepatnya23,5 derajat Lintang Selatan sehingga daratan-daratan yang berada pada selatan katulistiwa akan menjadi lebih panas, Australia akan mengalami musim panas, kutub selatan katanya akan mengalami siang terus-menerus. Sebaliknya dibelahan utara Katulistiwa cuaca menjadi dingin, ya Eropa dan Rusia akan mengalami musim dingin.
Adanya perbedaan suhu tersebut memicu angin untuk bergerak dari yang bersuhu rendah menuju daerah yang bersuhu tinggi secara maksimal, yaitu dari Asia ke Australia. Karena daratan Asia lebih bersifat dingin, dan juga terdapat lautan Hindia yang banyak mengadung air maka  angin yang bergerak melintasi Indonesia juga sekaligus membawa hujan.
Karimunjawa yang terletak di Indonesia juga mengalami musim ini, angin akan berhembus dari barat ke timur sepanjang musim. karena itu masyarakat Karimunjawa menyebutnya  dengan Istilah Baratan atau Musim Baratan atau Paceklik.
Adanya pergerakan angin yang kencang dan disertai hujan yang lebat mengakibatkan perairan di Laut Jawa bergelombang tinggi, aktifitas nelayan akan berhenti sementara. Biasanya jika ketinggian gelombang mencapai 2 Meter maka aktifitas penyebarangan dari Jepara ke Karimunjawa atau sebaliknya akan diberhentikan oleh pihak terkait. Karena kebanyakan armada penyeberangan yang digunakan sebagai alat transportasi masih berukuran kecil.
Dampak adanya pemberhentian penyeberangan ini tentunya akan mempengaruhi kehidupan para warga di Kepulauan Karimunjawa. Harga kebutuhan pokok sayur, mayur, bumbu, gas, solar biasanya akan mengalami lonjakan harga.  Apalagi jika  pengiriman suplai BBM dari Pertamina ikut terhambat maka akan mengakibatnya berkurangnya pasokan listrik untuk warga Karimunjawa.  Jika sudah begini maka masyarakat akan berhemat atau ‘terpaksa’ prihatin setidaknya menunggu cuaca membaik yang biasanya terjadi dibulan Maret bertepatan posisi Matahari kembali lagi diatas Katulistiwa.

0 Response to "Musim Baratan di Karimunjawa"

Post a Comment